Newton, Bulan, dan Apel


(Pustaka Fisika). Banyak yang menganggap bahwa teori Newton yang terkenal tentang gaya tarik gravitasi terinspirasi dari buah apel yang secara tak sengaja mengenai kepalanya ketika sedang duduk santai di bawah pohon apel tersebut. Memang beredar kisah bahwa ide itu muncul dari peristiwa jatuhnya buah apel tersebut, tapi kebenarannya hampir pasti disangsikan. Yang benar adalah, memang Newton telah menjadikan persoalan gravitasi ini menjadi fokus kajiannya yang sangat mendalam, setidaknya hal inilah yang terlihat dari kumpulan kertas kerjanya tentang gravitasi. Pada waktu itu Newton tenggelam ke dalam gagasan bahwa kecendrungan benda meninggalkan lintasan melingkar dan mengikuti lintasan lurus. Disini dapat kita lihat pergulatan pemikiran itu sangat jauh dari gambaran proses jatuhnya apel yang mencerminkan percepatan menuju ke pusat.

Gambar: ilustrasi Newton dan apel

Newton menemukan beberapa unsur penting hukum gravitasinya berdasarkan ide yang telah dikembangkan terlebih dahulu oleh para pendahulunya diantaranya adalah Galileo, Descartes, dan Huygens, yang kemudian menuntun dirinya dalam merumuskan hukum gravitasi. Ketika menguji rumusannya dengan data yang tersedia tentang hubungan Bulan dan Bumi, Newton memperoleh hasil yang dianggapnya lumayan.

Tetapi mungkin karena nilai itu tidak cukup memuaskannya, ia kemudian meninggalkan topik gravitasi dan mekanika dalam waktu yang cukup lama, hampir 13 tahun. Dikemudian hari terungkap bahwa penyebab melesetnya prediksi Newton adalah nilai jari-jari bumi yang dipakai tidak akurat. Data jari-jari Bumi yang lebih tepat baru diperoleh dari hasil penelitian ilmuwan Prancis enam tahun kemudian.

Gambar: kajian mendalam Newton

Ada bukti yang memperlihatkan bahwa Newton meramu semua temuan itu. Pada salah satu tulisan Newton, ada sketsa yang melukiskan kaitan antara Bumi dan angkasa luar. Menurut Galileo, jika kita menembakkan sebutir peluru dari gunung yang tinggi, maka lintasannya berbentuk parabola. lebih dari pada itu, Newton berpikir bahwa seandainya ditembakkan lebih kuat, maka peluru itu dapat mengitari Bumi. Peluru itu bernasib seperti Bulan, yakni melingkari pusat Bumi. Gagasan ini baru bisa diwujudkan oleh manusia ratusan tahun kemudian. Seluruh pemikiran ini ia sembunyikan, kecuali terhadap guru besar matematikanya, Issac Barrows. Barrows adalah matematikawan pandai dan terkenal. Ia mengagumi kemampuan Newton. Menjelang pensiun, Barrows mengusulkan Newton sebagai penggantinya.

Pada 1678 Hooke menulis pada Newton bahwa ia sudah menduga kekuatan gravitasi berasal dari matahari, pusat angkasa tempat kita berada. Matahari menurut Hooke, mengerjakan gaya tarik terhadap semua planet, dan sebaliknya planet-planet mengerjakan gaya sebagai balasannya. Inilah pertama kalinya ada orang yang mengungkap pengertian gravitasi universal sebagai satu-satunya gaya yang mengikat semua planet pada Matahari. Kekuatan ini juga melekatkan bahan ke inti masing-masing planet sehingga tidak berhamburan ke berbagai arah. Hooke juga sadar bahwa kekuatan itu membesar jika benda mendekati benda lain yang melakukan gaya yang sama. Hooke mempunyai kreativitas yang tinggi di berbagai bidang Fisika. Hukum Hooke tentang elastisitas adalah contohnya. Tapi sayang ia kurang menguasai matematika.

Gambar: Newton vs Hooke

Gara-gara surat ini pecah sengketa yang sengit di kemudian hari antara Hooke dengan Newton untuk menentukan siapa yang pertamakali menemukan hukum gravitasi. Hooke menuduh Newton menjiplak pekerjaannya. Memang surat Hooke telah mendorong Newton memikirkan kembali gravitasi yang sudah belasan tahun dilupakannya. Bisa saja Newton memang mendapat sesuatu dalam surat Hooke. Tapi bagian pokoknya, yakni kaidah hukum gravitasi dalam bentuk matematis, jelas dikembangkan oleh Newton sendiri. Sejarah telah memutuskan bahwa Newton tetap layak dihormati sebagai penemu utama. Salah satu penyebab munculnya sengketa itu adalah belum munculnya mekanisme publikasi hasil penelitian melalui jurnal ilmiah.

Titik penting dari teorinya adalah persamaan gravitasi universal hanya melibatkan dua massa yaitu m1 dan m2. Selain itu juga, Newton juga memikirkan persoalan yang melibatkan tiga massa (Bulan -Bumi-Matahari). Jadi dugaan bahwa teori ini lahir dari spontanitas yang disebabkan oleh sebutir apel sangat perlu untuk kita tinggalkan. Hal ini hanya akan mengurangi penghargaan kita tehadap proses yang panjang dari lahirnya teori tersebut.

Gambar: persamaan gravitasi universal

Referensi:

Klinken. Gerry Van. Revolusi Fisika: Dari Alam Gaib ke Alam Nyata. Jakarta: KPG, 2004.

Image:

  1. scientopia.org
  2. news.nationalgeographic.com
  3. wikipremed.com
  4. radium.net.espci.fr
Advertisements

One thought on “Newton, Bulan, dan Apel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s