Sekilas Tentang Gelombang Gravitasi


(Pustaka Fisika).  Dugaan tentang terdapatnya jenis gelombang lain yang dinamakan gelombang gravitasi pertamakali di perkirakan oleh fisikawan Albert Einstein pada tahun 1916. Kehadiran gelombang ini sebagai konsukensi langsung dari rumusannya dari teori gravitasinya, seperti yang juga terjadi pada James Clerk Maxwell ketika meramalkan adanya gelombang elektromagnetik sebagai akibat langsung dari teori listrik magnetnya. Gelombang elektromagnetik terjadi karena adanya getaran dari muatan listrik. Sedangkan gelombang gravitasi dihasilkan dari getaran dari massa suatu benda.

Gambar: ilustrasi gelombang gravitasi

Gelombang gravitasi sifatnya meliputi seluruh alam semesta. Massa dari bintang, planet, dan seluruh benda semesta lainnya akan bergetar sambil mengeluarkan pancaran gelombang gravitasinya. Benda angkasa yang mempunyai massa yang besar akan menghasilkan gelombang gravitasi yang besar pula. Tetapi, meskipun cukup besar, gelombang ini masih sangat lemah untuk kita deteksi. Gelombang yang cukup kuat untuk kita deteksi memungkinkan terjadi dari ledakan bintang raksasa. Kendalanya adalah peristiwa seperti ini jarang terjadi, yaitu sekitar satu ledakan tiap ratusan tahun.

Gelombang gravitasi terdiri dari graviton. Graviton ini membawa pengaruh gravitasi pada setiap partikel di alam semesta yang memiliki massa. Graviton juga memiliki energi sehingga dapat berinteraksi dengan partikel graviton lainnya. Hal ini berarti bahwa graviton akan melengkung jika melewati lintasan yang melengkung dan menghadirkan sesuatu yang disebut sebagai kelengkungan ruang.

Gelombang gravitasi inilah yang bertanggung jawab dari adanya percepatan gravitasi. Lebih lanjut, Einstein menemukan bahwa tidak ada perbedaan antara gravitasi yang terjadi dipermukaan bumi dan percepatan. Kita akan merasakan hal yang sama seperti di bumi ketika kita sedang mengendarai kendaraan ruang angkasa yang sedang dipercepat dengan besar percepatan yang sama dengan percepatan gravitasi bumi. Pernyataan inilah yang dirumuskan sebagai prinsip kesetaraan/ekivalensi.

Kesetaraan ini merupakan prinsip kosmik yang dikenal pada masa itu. Prinsip ini menyatakan bahwa semua benda jatuh dengan laju yang sama dibawah pengaruh gravitasi. Seperti juga dengan prinsip kesetaraan lainnya yang menyatakan bahwa semua hukum fisika adalah sama dimanapun dan pada saat apapun diseluruh semesta serta bagaimanapun keadaan dari gerak atau gravitasinya.

Adalah Joseph Weber dari Universitas Maryland orang pertama yang membuat alat pendeteksi gelombang gravitasi. Alat ini terdiri dari silinder aluminium bermassa 1,5 ton yang diharapkan bergetar jika dilewati oleh pancaran gelombang gravitasi. Silinder ini ditempatkan dalam suatu tabung hampa udara dan dilengkapi dengan peredam getaran, kemudian dihubungkan dengan kristal piezoeletrik yang akan menghasilkan potensial listrik jika mengalami tegangan. Pada waktu itu dibuat dua alat pendeteksi yang ditempatkan di dua daerah yang terpisah sejauh 1000 km, satu terletak di Mariland dan antena lainnya diletakkan di Laboratorium Nasional Argonne. Dengan alat ini, Weber mengaku berhasil mendeteksi kehadiran gelombang ini. Sampai saat ini, para ilmuwan terus meningkatkan sensitivitas dari alat yang digunakan untuk mendeteksi kehadiran gelombang ini.

Di olah dari Gempita Tarian Kosmos (S. Setiawan)

Gambar dari: news.discovery.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s